Yohanes Youw Direstui Jadi Plt Bupati Paniai

Cinque Terre
Alexander Gobai

1 Tahun yang lalu
POLITIK DAN PEMERINTAH

Tentang Penulis
Pemimpin Umum dan Redakur Media Online Kabar Mapegaa (KM)

JAYAPURA, KABARMAPEGAA.com– Yohanes Youw akhirnya direstui dan melanjutkan tugasnya sebagai penjabat  bupati Paniai. Perestuan itu mengacu pada SK Gubernur memberikan cuti kampanye kepada petahana Hengki Kayame dari tanggal 15 Februari s/d 23 Juni 2018.

 

Dalam SK Gubernur sebagaimana dalam poin yang keempat berbunyi “untuk menjamin penyelenggaraan pemerintahan daerah tetap berjalan efektif.  Maka selama bupati Paniai melaksanakan cuti kampanye diluar tanggunggan Negara dan Wakil bupati Paniai melaksanakan tugas dan wewenang sebagai Pelaksana Tugas (Plt)  bupati paniai”.

 

Menurut Youw, makna SK dalam poin yang keempat itu bermakna dengan penegasa  “kata selama” merujuk pada berapa lama Hengki Kayame melaksanakan cuti kampanye yaitu dari tanggal 15 Februari s/d 23 Juni 2018.

 

Lain soal kalau dalam cuti kampanye Hengki Kayame juga batas waktunya hanya dibatasi pada 16 April 2018.  Itu berarti,  kata Youw: “Bahwa saya sebagai Wakil bupati pasti dibatasi pada masa akhir jabatan yang sama yaitu tanggal 16 april 2018.”

 

Dia mengisahkan: “Ketika saya bersama istri bertemu Penjabat Gubernur di Kediaman Negara menyalami saya dan istri sambil berkata pak Plt Bupati Paniai betul.  Kami salah tuliskan hingga tanggal 23 Juni. Seharusnya Hengki Kayame juga kami batasi sampai tanggal 16 April,  maka bertugas kembali,” kata Youw meniru pernyataan Penjabat Gubernur Papua, Soedarmo.

 

Selain itu dia mengaku sebelumnya sempat juga dihubungi mantan Gubernur Papua, Lukas Enembe via telpon. “Beliau sempat bertanya kepada saya. Adik tugasmu kapan berakhir,” tanyanya meniru suara Enembe sambil berkata: “Saya menjawab, kakak saya akan akhiri tanggal 23 Juni 2018 dan disambung beliau sampaikan lanjutkan saja.”

Youw mengatakan, dari semua ungkapan sudah diakui pengambil kebijakan menyebutkan salah menulis tanggal. Seharusnya berakhir tanggal 16 April, tetapi dituliskan sampai tanggal 23 Juni 2018. Itu berarti kurang ada ketelitian, maka kedepan diharapkan Pemerintah Provinsi lebih teliti lagi dan mengecek kembali setiap surat resmi, terutama  akhir masa jabatan seseorang dan menentukan tanggalnya. “Jangan menentukan tanggal cuti kampanye bagi bupati petahana secara pukul umum. Tetapi mengecek dulu akhir masa jabatan barulah menentukan kapan akhir masa cuti kampanye,” katanya bernada tanya.

 

Kejadian seperti ini, menurut Youw  jelas-jelas kekeliruan penentuan tanggal itu dari penentu kebijakan di Provinsi Papua. Maka, seharusnya yang bersangkutan mengakui kekeliruan itu dalam penentuan waktu cuti kampanye. “Saya tidak mungkin menerima bahwa sekalipun masa bakti belum selesai hingga sampai tanggal 23 Juni. Saya d paksa harus berhenti lalu menunjuk pelaksana harian (Plh) bupati Paniai menunjuk Tangke Rombe.

 

Youw mengakui  sekalipun akhir masa jabatan hingga  tanggal 16 april 2018. Namun, sebagai wakil bupati yang masih aktif sebagai PNS semestinya memiliki  kewenangan melanjutkan plt bupati Paniai hingga tanggal 23 Juni 2018.

 

“Kami punya masyarakat di Kabupaten Paniai menyampaikan terima kasih kepada bapak penjabat Gubernur bahwa Youw telah diperintahkan kembali bertugas sebagai plt bupati Paniai. Setelah, penjabat Gubernur membatalkan SK Plh bupati paniai Tangke Rombe dan kami mengharapkan bekerja sama sukseskan Pemilukada serentak 2018,” katanya. (Munir)

 

Editor         : A. Gobai

#Budaya

Baca Juga, Artikel Terkait